HAYATUL ISLAM

Rasa Takut

26 Januari 2007 · 1 Komentar

O. Solihin

Diriwayatkan dalam hadits Bukhari tentang peristiwa penting dalam hijrahnya Rasul bersama Abu Bakar r.a. Ketika Rasul bersama Abu Bakar r.a. sampai di suatu tempat dan berlindung di sebuah gua, Abu Bakar ketakutan, khawatir bila orang-orang Quraisy memergoki tempat persembunyian mereka. Abu Bakar berkata: “Ya Rasulullah, sekiranya ada salah seorang melihat ke bawah, maka akan melihat kita.” Maka Nabi menjawab: “Diam ya Abu Bakar, kita berdua dan Allah ketiganya.”

Rasa takut adalah penampakan dari gharizah al-baqa’ atau naluri mempertahankan diri. Setiap manusia pasti memiliki naluri ini. Jangankan manusia, hewan sekalipun memiliki naluri mempertahankan diri ini. Seringkali kita menyaksikan, seorang pemburu harus bercapek-capek mengejar buruannya. Kalau tidak punya naluri mempertahankan diri, hewan buruan itu tak akan lari melihat gelagat yang bakal membahayakan dirinya.

Hanya saja, kadang kala rasa takut kita itu salah alamat alias bukan pada tempatnya. Misalnya, kita takut kepada hal-hal yang sebenarnya di luar jangkauan logika kita; takut kepada hantu, takut bila posisi jabatannya bakal ada yang merebut, takut kepada hal-hal yang ditabukan yang tak pernah ada dasarnya sama sekali dan lain sebagainya. Dalam hal ini, Allah sudah mewanti-wanti bahwa rasa takut itu hanya kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya:

“Janganlah takut pada mereka, tapi takutlah kepada-Ku, jika kalian orang-orang yang beriman.” (Qs. Ali-Imran [3]: 175).

Jadi, rasa takut itu hanya kepada Allah, bukan kepada yang lain. Kepada manusia, misalnya, kita tak perlu memiliki rasa takut. Dikisahkan, suatu ketika salah seorang murid Imam Al Izzu’ bin Abdus Salam bertanya kepada gurunya setelah beliau mengkritik seorang penguasa yang melakukan kesalahan. “Apakah engkau tidak takut padanya?” “Demi Allah wahai anakku,” jawab Imam Al Izzu’ bin Abdus Salam, “Sesungguhnya aku telah menghadirkan kehebatan Allah ta’ala, maka seketika penguasa itu tampak di hadapanku seperti seekor kucing.” (Taqarrub ilallah, hal. 46).

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang tatkala disebut nama Allah, bergetarlah hati mereka dan jika dibacakan pada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah keimanan dan kepada Rabb mereka bertawakkal.” (Qs. al-Anfâl [8]: 2).

Bayangkan, hanya disebut nama Allah hati mereka bergetar tak karuan, karena takut. Begitu pun ketika dibacakan ayat-ayat Allah kepadanya, keimanannya akan semakin bertambah dengan meyakini ayat-ayat tersebut. Suatu ketika Rasulullah Saw memberitakan kepada para sahabatnya bahwa kalau saja neraka itu bocor sebesar lubang jarum saja, maka api yang dikeluarkannya bakal melumat dunia dan seluruh isinya. Mendengar itu para sahabat terdiam dan menangis membayangkan dahsyatnya api neraka itu.

Yang memprihatinkan, sebagian dari kita malah bangga dengan dosa-dosa. Korupsi, kolusi dan nepotisme, mendhalimi rakyat, melakukan pemaksaan kehendak, memicu kerusuhan, saling menghujat sudah akrab dengan kehidupan kita. Ternyata kita telah meremehkan dosa. Tak merasa sedikitpun takut bila di akhirat nanti kita bakal dimintai pertanggungjawaban oleh Allah atas setiap perbuatan kita di dunia ini. Walhasil, kita sudah tidak gentar lagi menantang Allah. Naudzubillah min dzalik.

Ketakutan-ketakuan itu semestinya senantiasa kita tumbuhkan dalam diri kita, dalam setiap doa kita kepada Allah senantiasa kita memohon keselamatan di dunia maupun di akhirat. Seorang ibu selalu berdoa agar anaknya terhindar dari petaka dunia dan akhirat. Terhindar dari segala keburukan dan memohon kebaikan. Rasulullah Saw mengajarkan kepada kita, beliau selalu berdoa dalam setiap sholatnya: “Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kami berlindung kepada-Mu dari kefakiran.”

Kategori: Hikmah

1 response so far ↓

  • fatma // 14 Maret 2009 pada 9:39 pm | Balas

    ya memang benar tak ada yang perlu kita takuti di dunia ini kecuali hanya Allah,…
    walau terkadang kita terlupa allah maha tahu dan Maha melihat juga mendengar,…sbg manusia kita tak luput dari dosa….namun manusia yang baik adalah selalu bertobat dan rajin Memohon ampun bila melakukan kesalahan…meninggalkan dosa dan menjauhi tempat2 maksiat yang bisa menjerumuskan kita kembali kpd dosa dan maksiat…
    hanya pada allah kita memohon perlindungan, hanya pada Allah pula kita menyerahkan segenap urusan kita baik di dunia dan juga akhirat…
    semoga kita termasuk hamba2 allah yang senantiasa Bertobat dan Berbenah diri….
    Agar cinta dan Ridho Illahi Menaungi hidup kita Aamiin…
    Wslm

Tinggalkan sebuah Komentar